Mungkin ada
yang salah sama kejiwaan orang yang satu ini. Ups... Keluarga ngasih perhatian
tapi malah menghindar. Giliran keluarganya mulai cuek karena sikapnya, eh malah
dibilang gak perhatian sama dia. Terus kami harus bagaimana dong? Menjadi
manusia, apalagi berjenis kelamin perempuan itu harusnya berhati-hati dalam
bertutur kata, bersikap, dan bertindak. Kita tidak bisa sembarangan
mengeluarkan kata-kata yang tidak bermanfaat dan cenderung melukai hati orang
lain, apalagi keluargamu sendiri. Seliar-liarnya kamu menjadi perempuan,
keluarga adalah tujuan utamamu untuk pulang, karena hanya keluargamu yang bisa
menerimamu apa adanya, apapun keburukan kamu. Kamu boleh saja bersentuhan
dengan rokok, narkotika, ataupun seks bebas sekalian (ya, mana kami tau sih
kamu yang sebenarnya), tapi kamu tetap bagian kami, sebusuk apapun dirimu,
entah di darahmu mengalir obat-obatan haram itu, paru-parumu penuh dengan sisa
racun dari rokokmu, atau selaput daramu sudah terkoyak mengingat pergaulanmu
yang seperti itu. Walaupun kamu memaki-maki kami, menjauhi kami, berusaha
menghilangkan kontak kami, kami tetap saja menganggapmu bagian dari keturunan
keluarga kami kan. Itu tidak bisa dihilangkan. Di dalam darahmu mengalir darah dari
leluhur kita yang sama. Hey, tadinya aku sempat mengurungkan niatku untuk
melanjutkan rencana kejutan di rumah sana, mengingat ocehanmu di telepon tadi. Tapi
aku memandang orang tuamu. Aku memisahkan urusan kita dengan urusan terhadap
orang tua. Yang penting, rencanaku sudah terlaksana, niat baikku sudah
kulakukan. Aku tidak peduli kamu menerima kami di rumahmu atau tidak. Yang
penting orang tuamu menerima kami untuk menginjakkan kaki di istanamu itu. Jaga
diri baik-baik, tidak semua orang bisa menerima kelakuanmu seperti aku yang
dengan sabar mengelus dada setiap berbicara denganmu. Tuhan memberkati.








0 komentar:
Posting Komentar