Kangen, Ya kata itulah yang saat ini bener-bener gue rasain. Sebuah kata yang memiliki banyak arti. Maklumlah gue udah cukup lama gak ketemu si dia (yaelah ben baru juga 2 minggu gak ketemu lo udah segitunya...hahahahaha). Tapi memang gak bisa dipungkiri kalo gue bener-bener kangen saat ini ke si dia, gak taua deh dia kangen juga gak yah sama gue? atau cuma bertepuk sebelah tangan kaya lagunya once dulu pas dia masih bergabung dengan band Dewa 19...hahahahaha..
Menurut kalian apa sih arti kangen itu? kangen adalah sebuah perasaan dimana kalian mungkin merindukan akan seseorang bisa itu orang tua, adik, kakak, atau pacar sekalipun. Kangen juga bisa diartikan bahwa kalian merindukan akan suasana atau momen yang mungkin kalian pernah kenang untuk kalian ingin kembali kepada saat-saat moment tersebut. Terlalu banyak deskripsi akan pengertian kangen, tetapi dari sekian banyak arti kangen semuanya mempunyai maksud yang sama yaitu kerinduan.
Hai semua, gue mencoba untuk menulis lagi di pagi ini, ini adalah tulisan gue keempat di blog ini (blog cewek gue maksudnya...hehehehe.). Mungkin banyak yang berkata diantara kalian, kenapa sih lo ben nulis setiap kisah lo di blog orang? padahal kan tulisan lo bagus, kenapa juga lo gak buat blog sendiri?. Emang benar sih pertanyaan seperti itu, cuman gue dari awal memang gak pernah niat untuk menulis, karena gue emang belum pernah menulis sebelumnya, Awalnya gue menulis itu karena gue membaca tulisan dari cewe gue (cewe gue emang doyan banget nulis, sampai terakhir itu dia nulis perasaan cinta dia ke gue langsung diukir dihati gue....hahahahahahahaha), jadi gue iseng aja buat nulis dengan maksud membalas tulisan dari cewe gue, eh ternyata kebawa-bawa deh sampai sekarang, bahkan cewe gue sendiri yang sekarang nanya-nanyain ke gue, kapan dong kamu nulis lagi? ayo dong nulis lagi, semacam itulah kata-kata dia. Hal itu membuat gue langsung bangkit dan tersadarkan bahwa ternyata gue punya fans setiap kali gue nulis dan gue berambisi untuk menulis lagi setelah itu...hahahaha.
Seperti pengantar gue tadi diatas, kali ini gue mencoba untuk membahas tentang kangen. Semua orang pasti pernah kangen, begitu juga gue. Gue kangen banget sama dia sampai gue bingung harus bagaimana melampiaskan rasa kangen ini..hahahaha. Apalagi ditambah sekarang yang lagi musim hujan, astaga tambah menjadi jadi deh kangennya.
Beberapa waktu yang lalu, dia pernah menanyakan ke gue, kenapa kamu memilih aku sementara diluar sana banyak cewe-cewe yang lebih cantik dari aku? itu pertanyaan dia ke gue. Gue emang sengaja gak jawab hari itu juga karena mungkin terlalu kompleks buat gue untuk menjawab lewat telp atau chat. Jadi gue akan coba jawab pertanyaan dia melalui tulisan gue saat ini.
Oke, perlu dia ketahui, kalo gue memilih dia bukan karena dasar yang ada di pikiran dia saat ini ketika dia harus membandingkan dirinya dengan wanita lain. Memang benar banyak cewe cantik diluar sana, ribuan bahkan jumlahnya, tapi kalo kita berbicara soal cantik gak akan ada habisnya. Coba aja, seorang pria yang berhasil mendapatkan wanita yang menurut dia cantik sekalipun pasti akan ada aja wanita yang lebih cantik dari cewenya, atau mungkin cewenya bisa aja melontarkan pertanyaan yang sama seperti yang dilontarkan cewe gue, padahal dia sudah cantik secara fisik, tapi dia sadar masih ada cewe yang lebih cantik dari dia makanya dia bisa saja bertanya seperti itu. Gue memilih dia karena atas dasar sayang, nyaman dan pribadinya yang baik buat gue. Memang sangatlah singkat dari pertama kali gue kenal dia hingga menjadikan dia sebagai pacar gue, tapi hal itu bukanlah menjadikan gue untuk sekedar sebagai "pemain cinta" dia. Selama ini kebersamaan gue dengan dia membuat gue merasa bahagia dan nyaman, Keluarga dia yang welcome dan berasal dari lingkungan yang sama itu menambah alasan gue untuk memilih dia. Kalo diliat gue juga bukanlah sosok yang sempurna kok, jadi berangkat dari ketidaksempurnaan guelah, maka gue gak pernah memasang standar yang tinggi buat siapapun yang nantinya akan menjadi pasangan gue.
Gue mencintai dia apa adanya, menerima dia dengan segala kekurangan dia, mencintai dia lebih dari yang sekedar dia tahu. Gue memilih dia karena gue percaya bahwa gue ingin lebih banyak lagi menghabiskan waktu gue bersama dia dan mengenal dia lebih dalam lagi dan lebih dalam lagi tenggelam dan larut dalam cinta, sayang dan perasaan dia. Betapa kangennya gue saat ini kepadanya, gue ingin memeluk dia erat saat ini dan mengecup keningnya sambil berkata "ketahuilah shin, betapa aku mencintaimu dan teramat mencintaimu, thank you for loving me"
Minggu ini gue merencanakan untuk bertemu dengan dia setelah 2 minggu lamanya tidak bertemu. Dan gue tidak sabar menantikan hal itu. Sungguh sebuah bentuk kerinduan gue yang mendalam untuk dapat bersama dia ditengah-tengah kepenatan kerja gue minggu-minggu belakangan ini.
Menahan rasa kangen sendirian tuh susah yah ternyata, butuh ektra keras..hahahaha..
udahan dulu yah nulisnya, mau lanjut kerja lagi nih, soalnya lagi rempong minggu ini.
Seneng deh bisa menghasilkan 1 tulisan lagi di pagi ini. Gue berharap bisa terus menelurkan karya-karya tulisan gue lainnya. Mohon doanya aja dari semuanya..hahaha..
Untuk yang saat ini berada jauh disana dan sedang beraktivitas, gue udah sampai kantor ya, gue selalu berdoa yang terbaik buat dia, berharap semua impian dan harapan dia bisa terwujud karna gue meyakini dia dengan seluruh kemauan dan kerja keras dia. Semoga Tuhan memberkati kita, hubungan kita, keluarga kita, pekerjaan kita, usaha kita, rumah dan beserta isi rumah kita. Amin
Aku mencintaimu Shinta.
Kangen...
Carilah Pasangan Yang. . . . .
Ambisi. Setiap manusia harus mempunyai tujuan hidup dan mimpi-mimpi yang bisa diwujudkan. Hidup bersama manusia yang memiliki ambisi positif dan mimpi untuk kemajuan hidupnya akan turut memacu kita sendiri untuk bersama memiliki target-target dalam hidup.
Peduli. Bukan dia yang hanya peduli dengan kita, tapi dia yang peduli dengan keluarga dan lingkungan sekitarnya. Memberi bantuan dan menunjukkan kasih sayangnya yang besar. Pastinya hidup akan punya warna baru setiap harinya.
February 02nd 2015 (__shinta)
February, be nice to me. Hope this month i will be blessed by God.
Februari adalah bulan favorit gue setelah November dan Desember. Karena di bulan Februari, gue akan merayakan nama gue sendiri, Valentine. Walaupun mungkin gak ada acara khusus atau apa, tapi gue seneng aja menanti Februari terlebih lagi kalo bulan Februari suka hujan-hujan romantis gitu, berhubung juga di bulan ini adalah ulang tahun pernikahan bokap nyokap gue (terjawab kan kenapa nama gue 'Valentine')
Hari ini merupakan hari yang panjang. Tadi pagi jam 5 subuh gue udah berangkat menuju sebuah kantor pusat salah satu yayasan pendidikan Kristen terbesar di Indonesia. Ngapain, shin? Ikutan test masuk buat jadi guru disana. Awalnya sih tertarik buat join disana, pas udah ngejalanin ujian dan ngeliat suasananya, lah jadi males gitu. Pokoknya, feeling gue gak sreg deh. Btw, gue adalah orang yang suka mengandalkan intuisi.
Intuisi adalah kemampuan untuk mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya, tidak ada penjelasan rasional tentang kemampuan ini, hanya mereka yang memiliki kemampuan inilah yang bisa merasakan bagaimana sebenarnya kemampuan ini timbul. Para ahli psikologi katanya sih masih meneliti tentang intuisi. Intuisi merupakan suatu kebutuhan, karena tidak semua masalah dapat dijelaskan dengan logika.
Kata orang-orang sih intuisi gue tajam. Katanya. Misalnya, gue bisa nih baru ketemu sekali sama orang, gue gak sreg dan ngerasa dia agak jahat. Lalu, gue coba menghindar untuk lebih dekat dengan dia, dan malah teman gue yang lain yang dekat sama dia, terjadilah pengkhianatan yang dilakukan si orang itu terhadap temen gue. Contoh lain, gue punya sepupu. Dia menikah sama seorang aparat negara. Sebut saja namanya Rey. Gue baru pertama kali ketemu si Rey di acara tunangannya sepupu gue ini pada tahun 2013. Guess what? Tanpa sadar mulut gue berkata sama nyokap gue "Mam, ini cowok kayaknya agak jahat, pemain perempuan. Gak bagus deh." Berhubung nyokap gue suka mendewa-dewakan aparat (soalnya almarhum opung gue aparat juga dulunya), nyokap gue menentang keras pernyataan tanpa sadar gue itu, yang ada gue malah diocehin. Kemudian, beberapa bulan lalu gue dapet berita si sepupu ini lagi pisah ranjang sama suaminya, karena suaminya kepergok selingkuh dan make obat-obat terlarang. Pengalaman intuisi ini juga pernah kejadian sama gue, sebenernya males sih nyeritainnya tapi gitulah, gue pernah mergokin seseorang sedang berbuat tidak baik dengan selingkuhannya, sebelum mergokin dia, gue mikir dari kampus, tiba-tiba dalam hati gue berkata, "Ah, ke kostan si Putra deh. Ada yang aneh kayaknya." Lalu, datanglah gue ke kostannya tanpa ngetok pintu, gue buka deh itu pintu. Lah, pemandangannya bikin bintitan -_-.
Ah udah ya, cerita intuisi gue gak usah diceritain lagi, suka merinding sendiri. Tapi intuisi ini ga selamanya 'meramalkan' hal buruk. Anugrah Intuisi gue inilah yang menghantarkan gue kepada sebuah keyakinan terhadap seseorang tanpa mengenal lamanya hubungan, sebuah keyakinan untuk menjalani suatu kegiatan, dan lainnya deh.Oiya, kemampuan intuitif gue ini semakin tajam kalo gue lagi rajin-rajinnya deketan sama Tuhan. Pernah gue menjauh dari Tuhan karena beberapa hal, dan gue bener-bener buta dalam menentukan langkah, ujungnya adalah siklus kehidupan sehari-hari gue berantakan.
Tapi hati-hati sama orang yang intuitif, gak bakal bisa dikadalin.. Ikan kok diajarin berenang :p
*Bang Ben, kangen. :p *







