RSS

No Doubt ! Never !

Semalam benar-benar menguras otak dan energi gue buat mikirin apa yang harus gue lakukan agar hidup gue ini 'bergerak' ke atas. Well, bukan nggak bersyukur sih sama apa yang sudah diberikan-Nya. Lulus kuliah, dapat pekerjaan yang menurut gue cukup bagus, punya teman-teman yang baik hati, dan punya pacar yang sangat mendukung gue melakukan hal apapun yang baik. Tapi, seasons change,then people will change. Gue cuma takut semua berubah. Takut nggak bisa kompeten di pekerjaan, takut gue dan teman-teman terlalu sibuk untuk sekedar ngobrol di coffee shop, dan takut kalau suatu hari dia berubah haluan. Memang, hidup ini tidak statis. Pastinya akan banyak hal-hal yang berganti di setiap waktunya. Yang bisa gue lakukan saat ini (mungkin) adalah tetap berdoa, melakukan hal-hal yang setidaknya 'menyenangkan' sekitar, tetap menjadi gadis rendah hati (ini HRD gue yang bilang :p).
Pada akhirnya gue tahu kalau semua keraguan itu bukan untuk dilawan, tapi dilatih untuk lebih berpengetahuan dalam bertindak. Ya, gue ragu karena pernah gagal.Pernah gagal lulus tepat waktu, pernah dikhianati teman dan pacar, dan pernah 'ngaco' dalam bekerja, dan pada masa-masa itu gue memang kurang pengetahuan untuk bertindak mengatasinya .

Mungkin pekerjaan akan semakin berat, semakin banyak tanggung jawab untuk mengarahkan kemana anak-anak ini akan bertumbuh di sekolah. Semakin berat untuk menjadikan diri gue figur yang bisa dicontoh oleh anak-anak didik gue. Seenggaknya, gue juga belajar jadi pribadi yang jauh lebih baik tanpa mengubah identitas asli kepribadian gue.

Mungkin satu per satu teman-teman akan sibuk sendiri. Bekerja ke luar kota, pulang ke kota masing-masing, menikah, punya anak, dan hal-hal lain yang akan membuat mereka cuma bisa menjawab 'Aduh, gue gak bisa. Ada acara ini.... " atau " saat gue mengajak untuk ketemuan sebentar. Seenggaknya, zaman makin canggih walaupun akan lebih berinteraksi lewat benda mati bernama Smart Phone untuk menghubungi mereka semua.

Mungkin dia akan berubah. Semakin lama mengenal, pastinya semakin banyak hal-hal yang tidak terduga muncul di diri gue atau dia dan membuat kami berpikir masing-masing "Kok dia gini ya..." Atau, kesibukan pekerjaan masing-masing akan mengurangi intensitas untuk bertemu dan berkomunikasi. Setidaknya, mind set gue sudah diatur untuk berpikir bahwa gue harus menerima dia apa adanya tanpa harus mengubah jati diri dia dan apapun itu, gue harus tetap sayang sama dia.





Udahlah, bingung mau nulis apa lagi, yang penting jangan ragu aja :D









*teacher room, 10:23*




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

morning poem

5 years ago, December 2009 would be just another predictable day for us.
Campus life will still be hectic and other works will always fullfiled and make us busy,
 and some couples will be getting married. Some others, not us.

Well, who knows God's plan?
 Time flies, life works in His miracullous way
and voila here we are awaiting greatest day,
previously 'another-predictable-day' in case you forgot.
 The day we'll enounce our holy vow in His holy name.

So in utter humbleness, we ask your kindness to pray for us, so we can always fulfil our promise to trust and respect each other, as a best colleague,
 best friend and best lover, to never bed with unsettled problems,
 to comfort each other in merry or sorrow,
 to respect our hobbies, weird habits, favorite music or food, and most of all
 to support each other and all of our dreams.

Wind shall not always be at our stern and neither does current, but no matter what may come, we promise to love each other.

That includes when Arsenal don't win anything in a season or even when Maxim decides never to come to Indonesia..





  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Goodbye my 22

"Shinta, ulang tahun mau kado apaa....?"

Begitulah kira-kira kalimat yang terlontar dari beberapa orang terdekat saya. Lucu jika diingat lagi pertanyaan itu, seharusnya saya bisa mengucapkan apapun atau setidaknya ada barang yang terlintas di pikiran saya, tetapi yang terjadi saya hanya blank dan dengan yakin saya menjawab "Saya ga mau apa-apa.Bingung"

Ternyata memang benar, akan datang saatnya kamu akan merasa sudah sangat cukup dengan apa yang dimiliki dan satu-satunya yang kamu mau hanyalah mempertahankan apa yang sudah didapatkan. Saya belum pernah merasa seyakin ini bahwa hidup saya sudah mendekati cukup dan terlalu maruk rasanya jika saya masih meminta lebih dari Tuhan selain meminta untuk tetap memiliki apa yang telah dimiliki.


Hingga akhirnya saya merenung, merunut apa yang telah terjadi selama setahun ini, dan mencoba mereka ulang apa resolusi saya tahun kemarin . Hidup saya setahun lalu mungkin sedang berada di titik terendah, sehingga untuk berharap dan menceritakan resolusi saja sepertinya sudah tidak sanggup. Ah, masa lalu.. mari kita lupakan..


Mungkin beberapa resolusi-resolusi kecil akan tetap ada seperti menyelesaikan skripsi, jadi sarjana, jadi PNS, bisa manjangin rambut (heheheh), ningkatin skill masak. Resolusi kecil yang membuat segala yang telah dimiliki menjadi lebih berarti dan membuat mereka mau bertahan. Peningkatan kualitas diri, kestabilan emosi, pendewasaan pikiran dan ketepatan bertindak. Ah amin untuk semuanya.


Untuk semua hal yang telah mengisi umur 22 saya, terima kasih atas semua pembelajaran berharganya. Untuk semua masalah yang datang menghampiri dan semua orang yang datang, pergi ataupun memutuskan bertahan di hidup saya; salam hormat dari saya.. Terima kasih telah mengisi waktu saya, membuat saya tumbuh lebih dewasa dan mawas diri, membuat saya mampu melihat hal dari dua sisi. Semua mendewasakan, ternyata semua baik untuk saya..


Well,

selamat tinggal umur 22..

Terima kasih untuk seorang kamu, kado terindah saya.. I believe my November always beautiful.


Untuk semua sahabat dan keluarga, terima kasih sudah menjadi ekstensi akal sehat saya ketika pikiran saya buntu tertutup emosi ataupun termakan oleh cinta.. I love you all..


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS