Standar banget ya judul blog gue...? Hahha.. okelah, gue bakal cerita tentang pengalaman gue pertama kali masuk kelas di sekolah tempat gue bekerja, sebut aja SD B. Disana gue jadi guru social studies dan art. Social studies? IPS? Kenapa gue melenceng???? Background gue ada di Seni Musik, tapi gue jadi guru IPS.. Why? Pertama, itu sekolah kurikulumnya ga ada mata pelajaran seni musik, adanya art and craft. Lalu gue ditempatkan di divisi social studies teacher karena...... HRD gue liat di CV bahwa gue pernah duduk selama setahun di bangku jurusan Geografi. Jadilah gue dimasukkan ke guru IPS.
Setelah melalui rangkaian tes mulai dari seleksi berkas-interview dengan tiga 'pejabat' sekolah-microteaching di kelas, dan hari ini.... 19 Mei 2014 gue masuk ke SD B sebagai guru training.. Masih training, belom beneran ye. Benerannya entar.. Bulan Juli, tahun ajaran baru.
Datanglah gue pagi-pagi dengan kecenya ke sekolah tersebut, dan ketemu kepala sekolah gue, Miss D. Miss D langsung ngasih gue tugas buat ngegantiin Miss VN yang gak masuk. Note, Miss VN ini adalah guru Matematika dan Science, a.k.a IPA. Gile, dari dulu gue sebel banget sama math dan IPA, sekarang disuruh ngajar. Emang sih ngajar SD tapi wawasan dan hitung-hitungan mesti lancar juga kali. Jam pertama gue masuk di kelas 1. Kelas awal-awal masa pertumbuhan yang masih haus ilmu dan kelebihan energi buat mental sana sini di sudut kelas. Sumpah, ni kelas ribut bingiitss!! So Far anaknya sih baik-baik. Gue ngajar math dengan asiknya di kelas tersebut. Komen anak-anak ini macam-macam banget adanya. Pengen dijitak satu-satu tapi ntar emaknya dateng lagi. Ada yang komen 'Ih Miss, tulis tanggal dulu."-Oke, gue tulis tanggal hari itu. 'Miss, biasanya Miss VN ngajarnya gini.'-Kids, note to you.. I'm Miss Shinta, not your Miss VN. Tapi setelah itu adem ayemlah semua dan tampaknya mereka menyukai gue dan kepolosan gue dalam mengajar matematika.
Di jam kedua gue ngajar matematika lagi di kelas 2. Ini kelas paling asyik, paling hebring, paling rese juga (tetep). For info, kelas 2 ini di tahun ajaran baru bakalan jadi anak gue, secara gue udah ditunjuk jadi wali kelas mereka. Beberapa anak di kelas 2 sini hobinya gelendotan, gelayutan, gelantungan di badan gue. Dikira gue pohon kali. -_-
Di jam terakhir, gue masuk ke kelas 3. Ini menguras energi banget. Isinya ada 19 orang, lebih banyak daripada kelas 1 dan 2 yang tiap kelasnya hanya ada sekitar 10 orang saja. Amsiong, tenggorokan gue kering teriak-teriak di kelas ini.
Overall, senakal apapun anak-anak SD, segila apapun mereka bikin kesel kita, kita tuh gak bakalan bisa marah sama malaikat-malaikat kecil ini. Karena nakalnya mereka masih nakal polos, nakal-nakal perlu bimbingan gitulah. Gak kayak anak SMA.. Lieuurrrrrrrrrr....
Sekian dan terima kasih.
Mau kasih Quotes dikit
"You can learn many things from children. How much patience you have, for instance. ~Franklin P. Jones"
my room, May 19th, 22.12
Hari Pertama Jadi Guru SD
Kisah Lama di Masa SMA
Kata orang, masa-masa SMA adalah masa-masa yang paling indah, akan selalu dikenang, dan paling susah terlupakan. Tadinya, saya nggak percaya sama hal ini. Saya orangnya bisa dikatakan flat, gak ekspresif banget, dan cuek. Seiring berjalannya waktu, semua kecuekan saya perlahan berkurang.
Gak sengaja sore tadi saya buka-buka facebook teman-teman seangkatan saya dan akun senior-senior waktu SMA dulu. Kebersamaan kami, lingkungan sekolah kami, di tiap sudut bangunan Belanda itu punya cerita. SMA saya, SMAN 1 Jakarta gak akan pernah terlupakan disini. Di otak, dan hati saya
Bagaimana repotnya saya mendaftarkan diri ke sekolah yang saya idam-idamkan dari saya masih kelas 2 SMP. Sekolah negeri yang memiliki bangunan klasik zaman Belanda. Mungkin orang-orang hanya tau sekolah ini mempunyai kebiasaan yang sangat buruk, tawuran. Tapi, itu dulu. Hal-hal buruk yang dilakukan oleh pendahulu-pendahulu kami yang (mungkin) mempunyai temperamen tinggi, atau satu dan lain hal yang membuat image sekolah tercinta kami seperti ini. Yang gue lebih banyak tau, disini tempatnya orang-orang sukses.Chairul Tanjung,Siswono Yudo Husodo-Mantan Menteri Perumahan Rakyat, Siti Hardiyanti Rukmana/Mbak Tutut, Bambang Trihatmodjo, Adang Daradjatun-Mantan Wakapolri,Salahuddin Wahid, Sigit Harjoyudanto, Prof. Adnan Buyung Nasution, Prof. Dr. JB Sumarlin Mantan Menteri Keuangan, Dina Mariana Artis, Cici Tegal Artis, Irjen. Pol Drs. Firman Gani Mantan Kapolda Metro Jaya, Letjen TNI Purnawirawan Soerjadi Soedirdja Mantan Gubernur DKI Jakarta, Verawaty Fajrin-Juara Dunia Bulutangkis, Iwan Tirta-Batik Designer, Nia Zulkarnaen,Dr. Tarmizi Taher-Mantan Menteri Agama, Eros Djarot, Drs (psi) Sartono Mukadis-Psikolog ternama, Marsekal TNI Purnawirawan Chappy Hakim-Mantan KSAU, Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja Mantan Menlu RI (alm), Iyut Bing Slamet-Artis, dan masih banyak lagi.
Saya ingat, tahun 2006 ketika (Alm) Ayah saya tercinta merelakan diri membolos dari kantor untuk menemani saya mendaftar ke sekolah itu. Saya masih ingat, saya mendapatkan peringkat ke-126 untuk masuk ke sekolah ini, dengan nilai rata-rata 8.25. Saya masih ingat, di pintu gerbang sekolah saya bertemu Dian, teman les bahasa Inggris saya dari SMP. Sontak saja kami bersorak-sorai ketika bertemu muka.
Pertama kali mengikuti MOS, saya mendapatkan kelas X-4. Kami berkumpul semua disana, berkenalan satu sama lain, mengikuti seluruh rangkaian acara orientasi sekolah. Hingga tiba saatnya galau karena bingung ingin ikut ekskul apa. Semua hobi saya sebenarnya dapat tersalurkan disini. PALASI, Paduan Suara, KIR, Modern Dance. Semua saya coba untuk mengikuti. Berhubung saya labil dan bosenan, saya memilih untuk tidak mengikuti semuanya.
Pertama kali masuk sekolah, saya ditempatkan kembali di kelas X-2. Kelas super seru yang benar-benar membuat saya merasa disinilah saya merasa nyaman. Satu per satu saya mengingat teman-teman kelas X saya. Indita Fardhani Malfian,S.H.-teman saya bersaing di mata pelajaran bahasa Inggris dan Seni., peace,Ndi! Dian Riski Rosmayanti, (S.Ikom)-{lupa udah lulus apa belum!}, Rino, Reva, Wahyudin Saleh yang entah dimana rimbanya sekarang, Agnes, Wita, Tunjung, Etika, Sarah, Aulia Ikhsan, Iyan, Annisa Yusliha dan banyak lagi. Mereka mempunyai kehidupan yang luar biasa sekarang! Salut!
Masih ingat pula saya, Dian, dan Annisa sering ngecengin kakak kelas kami yang duduk di kelas XII IA, inisial ZA. Hahaha... Kami bertiga selalu heboh ketika berpapasan dengan dia.
Dalam wadah rohani Kristen, saya mengikuti SRKP. Disana bertemu teman-teman seiman yang luar biasa pula. Nico, Hagai, Ovany, Maria Tedesco Molina, Keke, Diego, Mourin, Citra, dan lainnya. Tempat ngecengin kakak kelas pula waktu Retreat. Tetep hebring!
Kelas XII, mulai dihadapkan dengan segala rutinitas menggila. Bimbel, belajar, pendalaman materi, Try Out, cari info kampus, dan macam-macamnya. Semua sibuk, cuek satu sama lain, walaupun pada akhirnya tetap kompak dan saling kangen di masa sekarang.Mungkin satu yang tersisa hanya sebuah kenangan pesta perpisahan malam itu di Gedung Departmen Sosial. Ah, tidak usah diceritakan. Tidak usah memaksa untuk membuka kenangan itu kembali, karena ada hati baru yang harus dijaga, sekarang.
Anak Muda Sekarang...
Anak muda zaman sekarang absurd, orang tua di depan mata tidak diajak bertukar cerita, malah asyik curhat sendiri di status berbagai akun sosial media miliknya.
Anak muda zaman sekarang imbisil, marah-marah di sosial media, memaki dengan kasar karena orang yang tidak disukainya, tapi begitu bertemu orangnya langsung ramah dan bermuka dua.
Anak muda sekarang kesepian, terlalu cepat-cepat ingin menikah. Gelar tak ada, pekerjaan belum mapan, tabungan nihil, cita-cita hanya setinggi langit-langit kamar, tapi memimpikan ada kekasih hati yang bisa menemani tiap saat dengan 'halal'. Makan cinta aja, emang bisa?
Anak muda sekarang,ehem.. yang sudah menikah, terlalu repot menantikan datangnya suatu kehamilan, sampai-sampai kurang enak badan sedikit sudah dibilang sedang hamil,update status pula...eh taunya period datang juga. Nikmati saja, jika Tuhan memilih kamu untuk sebuah anugerah itu, IA pasti memberi ;)
*sebuah notes kecil untuk seorang kawan. Hidup terlalu singkat, bro!





















